Cerita hidup saya yang sampai sekarang
tidak bisa terlupakan adalah ketika saya memutuskan mengakhiri masa muda dengan
cara menikah. Sempat tertawa sih waktu mengingat masa dimana saya menjadi orang
yang tidak punya apa – apa dan tidak punya kerjaan juga. Sebenarnya dari lubuk
hati yang paling dalam saya berkeinginan menjadi wanita yang mempunyai kerjaan
tetap seperti contohnya kerja dibank, duduk diruangan ber AC dan berdandan
cantik sambil ngitung uang. Hah itu tidak mungkin terjadi karena semua
persyaratan menjadi pegawai bank, tidak mungkin saya penuhi. Wanita yang
kesehariannya disibukkan mengurus anak dan tiap kali berangkat kuliah harus
berjalan mengendap – ngendap karena takut ketahuan Arka anak saya membuat saya
tidak tega harus berlamaan diluar rumah. Apalagi sebagai seorang ibu pasti juga
ingin terus mengamati tumbuh kembang buah hatinya sendiri.
Berawal
dari tugas kuliah yang begitu menumpuk. Saya menjadi jarang dirumah karena
sering menghabiskan waktu diwarnet dan ditambah lokasi rumah saya berada
dipedesaan membuat saya harus datang kekota dulu untuk menikmati layanan internet. Pernah saya memutuskan memakai modem yang bisa dibawa kemana – mana
namun kecewa banget rasanya karena untuk mencari sinyal sulitnya setengah mati mungkin
karena tempat saya yang tergolong dipedesaan, untuk membuka blog saja saya
harus terdiam menunggu keajaiban datang. Padahal modem yang saya beli itu
lumayan mahal.
Alhamdulillah
keajaiban datang. Kakak memberi info yang menjadi awal keberuntungan bagi saya.
Jaringan internet yang sulit dijangkau dipedesaan sudah tak perlu dirisaukan lagi
karena telkomspeedy mempunyai cara hebat dengan menancapkan kabel internet
disebelah kabel telpon rumah jadi saya tidak perlu naik keatas genting untuk
mencari sinyal. Langsung detik itu juga saya berangkat menuju kantor telkomspeedy dan disuruh mengisi formulir seperti ini
Kalau tidak salah saya waktu itu
memilih paket UNLIMITED SOSIALIA yang perbulannya harus membayar 99 ribu
rupiah. Cukup deg – degan juga karena takut kalau pemasangan serta modemnya
mahal. Lalu karyawan speedy yang begitu ramah menyodorkan kwitansi ini untuk saya isi
Setengah
nggak percaya juga kalau pendaftaran speedy hanya berbayar 30ribu rupiah. Wah
jangan – jangan modemnya mahal nih.
“
Mbak, kira – kira harga modemnya berapa?”, tanya saya ragu – ragu
“
GRATIS mbak”
Jawaban
yang begitu mengejutkan bukan.
Besoknya petugas speedy datang untuk
memasang kabel internetnya lalu selesai memasang saya diberi user ID beserta
passwordnya. Setelah petugas telkomspeedy pergi, saya langsung mencoba koneksi internetnya. Pertama saya mencoba membuka blog ternyata belum sampai satu menit
sudah bisa terbuka dan lanjut mencoba membuka video clip di you tube. Hebat
banget, nggak perlu nunggu loading yang menjenuhkan klip video itu langsung
dapat dinikmati. Sungguh mukjizat yang luar biasa, dipedesaan seperti ini speedy tetap mempunyai sinyal yang begitu kuat.
Disuguhi kenikmatan dari kecepatan
aksesnya membuat saya mempunyai ide untuk membuka warnet dirumah. Ternyata ide
saya disambut baik oleh masyarakat, warnet saya hampir tak pernah sepi oleh
pengunjung.
Dihitung dari
sekarang sudah 1,5 tahun lebih saya menjalani bisnis ini. Taukah perubahan apa
yang sudah saya dapatkan? Saya bisa membiayai kuliah sendiri, mencukupi
kebutuhan keluarga dan bisa menambah komputer untuk memperbesar bisnis saya.
Yang paling membuat saya bahagia adalah bisa memantau tumbuh kembang anak
saya.
Resolusi saya ditahun 2012
Bisa membuka
cabang warnet diperkotaan dan membuktikan masyarakat kota bahwa jaringan internet saya lebih unggul dari
milik mereka.
Terima kasih speedy, kamu bukan
hanya sekedar menjanjikan tapi juga membuktikan dan yang pasti bisa mengabulkan
impian saya juga.



