Aku termenung disebelah pembaringanmu
Mengamati tubuhmu yang semakin layu
Kau terdiam begitu pasrahnya
Seakan mengabaikan isi dunia
Taukah kau saat ini?
Berapa waktu yang tlahku buang
termenung tanpa kepastian
taukah kau saat ini?
Suaraku semakin parau tuk membangunkanmu
Tubuhku bagai tak bertulang,
Menelan ludah pun rasanya sakit
Mataku kian rabun membendung air mata
Nafasku sesak menahan pilu
karena
Hari ini aku tak mau menangis
Hari ini aku ingin tersenyum bahagia
Saat kau membalas dekapan tanganku
Namun tak kudapati sampai detik ini
Kau tetap saja diam membisu
Seakan mimpimu lebih indah dari cintaku
Tidak ada komentar :
Posting Komentar